Dalam rangka mendukung pencapaian Asta Cita ke-3 Presiden Republik Indonesia, khususnya pada aspek peningkatan lapangan kerja yang berkualitas serta penguatan kewirausahaan nasional. Kementerian UMKM Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Kewirausahaan menyelenggarakan kegiatan Entrepreneur Hub Finance Syariah.
Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 28 Oktober 2025, bertempat di Auditorium Merce Lantai 8, Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Jl. Limo Raya No. 7, Cinere, Kota Depok. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 100 wirausaha terkurasi yang bergerak di sektor riil, dengan tujuan memperluas akses pembiayaan berbasis syariah bagi pelaku usaha.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Ibu Siti Azizah, dan turut dihadiri oleh Bapak Ginda P. Siregar, Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha. Dalam sesi utama, hadir dua narasumber inspiratif, yaitu:
- Rezza Zulkasi, Direktur Utama & Founder LBS Urun Dana, dan
- Murdani Aji, Direktur Bisnis & Co-Founder LBS Urun Dana.
Dalam kesempatan ini, Muhammad Adam Sudaryanto, S.E., M.B.A., dosen Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka (FEB-UT), turut berpartisipasi aktif sebagai moderator pada sesi pemaparan program Entrepreneur Hub Finance Syariah.

Selain berkiprah di dunia akademik, Muhammad Adam Sudaryanto juga merupakan founder dari Jajan Serang, sebuah media promosi UMKM yang berfokus pada pemberdayaan pelaku usaha lokal di Kota Serang. Melalui inisiatif ini, ia konsisten mendukung pengembangan UMKM daerah agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing.
Kegiatan seperti ini penting untuk mempertemukan wirausaha muda dengan lembaga pembiayaan syariah agar tumbuh ekosistem bisnis yang sehat, beretika, dan berkelanjutan.
Partisipasi dosen FEB-UT dalam kegiatan nasional ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung misi pemerintah untuk mencetak wirausaha unggul yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di era ekonomi digital dan industrialisasi 5.0.





