FEB Universitas Terbuka dan Kemendes PDT Laksanakan Kolaborasi Survei Pengembangan Desa Wisata di Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka (FEB UT) berkolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal melaksanakan kegiatan survei lapangan di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, pada 9–11 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung percepatan pembangunan daerah tertinggal sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029.

Kegiatan survei ini bertujuan untuk melakukan penyerasian program dan kegiatan pembangunan yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat desa. Tim gabungan dari FEB UT dan Kemendes PDT melakukan identifikasi potensi wilayah, pemetaan dukungan infrastruktur, serta penguatan kapasitas masyarakat desa dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi berbasis masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga memanfaatkan momentum budaya lokal melalui Festival Pasola, sebuah tradisi adat khas Sumba yang menjadi daya tarik wisata utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Melalui observasi langsung selama festival berlangsung, tim melakukan kajian terhadap tata kelola pengunjung, perputaran ekonomi UMKM, fasilitas sanitasi, serta kesiapan masyarakat dalam menghadapi lonjakan kunjungan wisata.

Kegiatan diawali pada Senin, 9 Maret 2026 dengan kedatangan tim di Bandara Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Pada hari pertama dilakukan kunjungan ke beberapa destinasi wisata seperti Waikuri Lagoon, Pantai Mandorak, serta Bukit Lendongara untuk melihat potensi wisata alam yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata daerah. Kegiatan hari pertama ditutup dengan agenda ramah tamah bersama Bupati/Wakil Bupati serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sumba Barat Daya.

Pada Selasa, 10 Maret 2026, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan dan diskusi bersama OPD, khususnya Bappeda dan Dinas Pariwisata, serta perangkat desa dan pengelola desa wisata. Diskusi tersebut membahas berbagai topik strategis seperti pengembangan pariwisata desa, penguatan produk unggulan daerah, hingga pengawalan program prioritas nasional seperti ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat desa. Tim dibagi menjadi beberapa kelompok yang mengunjungi sejumlah desa, antara lain Desa Karuni, Desa Watu Kawula, Desa Radamata, Desa Umbu Langang, Desa Umbu Pabal, Umbu Pabal Selatan, Desa Kabela Wuntu, Desa Pero Konda, Desa Pero Batang, serta Desa Wanuarara. Selain itu, dilakukan pula kunjungan ke Kampung Adat Praijing untuk melihat potensi wisata budaya yang dimiliki masyarakat setempat.

Pada Rabu, 11 Maret 2026, tim kembali melakukan observasi pada pelaksanaan Festival Pasola di Desa Wainyapu, Kecamatan Kodi Balaghar. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi tim untuk mengamati langsung dinamika pengelolaan wisata berbasis tradisi adat serta dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat lokal. Setelah kegiatan tersebut, tim juga melakukan kunjungan ke Kampung Adat Ratenggaro untuk melihat potensi wisata budaya dan arsitektur tradisional Sumba.

Melalui kolaborasi ini, FEB Universitas Terbuka berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kapasitas masyarakat desa, pengembangan kewirausahaan lokal, serta pengelolaan potensi wisata yang berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi percepatan pembangunan daerah tertinggal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah.