IMPACT 2026 Perkuat Kolaborasi UT–USM, Dorong Mahasiswa Tembus Kompetensi Global

Tangerang Selatan – Universitas Terbuka (UT) bersama Universiti Sains Malaysia (USM) kembali mempererat kerja sama internasional melalui program IMPACT 2026 (International Mobility Programme for Academic and Cultural Transformation).

IMPACT 2026 merupakan program mobilitas mahasiswa yang mengintegrasikan kegiatan akademik, kunjungan industri, pengabdian masyarakat, serta pertukaran budaya dengan fokus pada pengembangan kewirausahaan, bisnis digital, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka.

Program ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sesi daring melalui Massive Open Online Course (MOOC) pada 26 Januari hingga 20 Februari 2026, serta kegiatan luring di Indonesia pada 5–11 April 2026. Melalui rangkaian pembelajaran daring dan kegiatan luring, peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif, baik dari sisi konsep maupun implementasi secara langsung.

Program ini diikuti oleh 13 mahasiswa dari Universiti Sains Malaysia (USM), yaitu Safia Ambar Binti Muzil, Nurul Insyirah Binti Abdul Rahim Siva, Wan Nurin Afrina Binti Wan Musa, Anis Ahmad Bin Shaik Ismail, Sabariah Binti Kamar, Mohd Nor Helmi Bin Samsudin, Nor Fariha Binti Abdul Rashid, Juriah Binti Mat Zamri, Jamal Bin Abdullah, Elias Bin Ishak, Noor Zamzuraida Binti Noordin, Nursuhaida Binti Mohd Nazri, dan Aziah Binti Abd. Majid. Para peserta tersebut didampingi oleh Dosen dan Staf dari USM, yaitu Dr. Norhanishah Mohamad Yunus, Mohd Rashid Abdul Rejab, serta Dr. Rafisah Mat Radzi.

Kegiatan diawali pada 5 April 2026 dengan kedatangan peserta dari Universiti Sains Malaysia (USM) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Kedatangan mereka disambut oleh panitia dan mahasiswa Universitas Terbuka sebagai bagian dari proses penyambutan dan awal interaksi lintas budaya. Hari ini difokuskan pada orientasi, adaptasi lingkungan, serta persiapan sebelum mengikuti rangkaian kegiatan utama yang dimulai pada hari berikutnya.

Kegiatan inti program dimulai pada 6 April 2026 di Universitas Terbuka, Tangerang Selatan. Acara pembukaan berlangsung dengan kehadiran akademisi dari berbagai negara, menandai dimulainya kolaborasi internasional dalam program IMPACT 2026.

Acara diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka, Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif, tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui praktik langsung di lapangan. “Kami sangat berharap rangkaian kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka dengan Universiti Sains Malaysia. Kami bangga atas kemitraan yang berharga ini,” ungkapnya.

Selanjutnya, kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. “Pendidikan itu hak, bukan hak istimewa bagi segelintir orang.”

Beliau juga menekankan bahwa program IMPACT 2026 merupakan wujud nyata peran Universitas Terbuka sebagai jembatan yang menghubungkan mahasiswa dengan peluang global, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi digital.

Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan International Seminar bertema: Building Sustainable and Globally Competitive MSMEs in the Digital Era.”

Seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi internasional, antara lain:

  • Prof. Kwang Sik Chung (Korea National Open University, Korea Selatan)
  • Prof. Sahraman D. Hadji Latif (Mindanao State University, Filipina)
  • Dr. Agustine Dwianika, S.E., M.Ak. (Universitas Terbuka, Indonesia)

Dalam sesi tersebut, para pembicara membahas strategi penguatan UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan bersaing secara global.

Salah satu sorotan utama disampaikan oleh Prof. Kwang Sik Chung, yang mengangkat pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan startup sekaligus menyoroti pentingnya perlindungan data. “If you use tools such as ChatGPT or Gemini, your data may be transferred to third parties. Students who want to build startups must take this into consideration,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan sistem digital secara mandiri dan optimalisasi strategi Search Engine Optimization (SEO) untuk meningkatkan daya saing bisnis di era digital.

Selain seminar, peserta mengikuti campus tour untuk mengenal sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang diterapkan Universitas Terbuka. Kegiatan ini mencakup kunjungan ke P2BAM, Perpustakaan, serta Pusat Distribusi Bahan Ajar.

Pada 7 April 2026, peserta mengikuti rangkaian Industry and Cultural Visits di Jakarta yang dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran langsung di bidang ekonomi dan budaya. Kegiatan diawali dengan kunjungan industri ke Indonesia Stock Exchange (IDX). Dalam kunjungan ini, peserta memperoleh wawasan mendalam mengenai peran strategis pasar modal dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada mekanisme perdagangan saham berbasis teknologi, sistem transparansi pasar, serta dinamika industri keuangan di tingkat regional ASEAN.

Selanjutnya, peserta melanjutkan kegiatan dengan kunjungan budaya ke National Museum of Indonesia. Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk mengeksplorasi berbagai koleksi sejarah, artefak budaya, serta keberagaman etnis yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Kunjungan ini tidak hanya memperkaya wawasan budaya, tetapi juga menjadi sarana penting dalam membangun kesadaran global dan meningkatkan kemampuan adaptasi peserta dalam lingkungan multikultural. Kombinasi antara kunjungan industri dan budaya ini memberikan perspektif yang seimbang antara pembangunan ekonomi dan pelestarian nilai-nilai budaya dalam konteks global.

Memasuki rangkaian kegiatan di Bandung pada 8–9 April 2026, peserta mengikuti agenda Community and Cultural Engagement yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi, interaksi sosial, serta pemahaman budaya dan praktik bisnis lokal.

Pada 8 April 2026, peserta berangkat dari Jakarta menuju Bandung menggunakan kereta cepat Whoosh, yang menjadi salah satu moda transportasi modern di Indonesia. Perjalanan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari pengenalan terhadap perkembangan infrastruktur transportasi di Indonesia.

Setibanya di Bandung, kegiatan diawali dengan penyambutan serta penyampaian dari Direktur Universitas Terbuka Bandung, Drs. Enceng, M.Si. yang memberikan gambaran mengenai peran UT Bandung dalam mendukung sistem pendidikan terbuka dan aksesibilitas pendidikan tinggi yang inklusif.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan team building activities yang dilaksanakan di Universitas Terbuka Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja sama tim, komunikasi, serta kepemimpinan peserta dalam lingkungan lintas budaya. Melalui berbagai aktivitas interaktif, peserta diajak untuk membangun kepercayaan, memperkuat solidaritas, dan mengasah kemampuan problem solving dalam kelompok.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan cultural visit ke Saung Angklung Mang Udjo. Dalam kunjungan ini, peserta menyaksikan pertunjukan musik tradisional Sunda dan berkesempatan untuk mempelajari serta memainkan alat musik angklung secara langsung. Kegiatan ini memberikan pengalaman budaya yang autentik sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap pelestarian warisan budaya Indonesia di tengah arus globalisasi.

Selanjutnya, pada 9 April 2026, peserta mengikuti kegiatan International Community Service yang dilaksanakan di UMKM Kisera Indonesia dengan tema, Branding Strategy for Local Products to Enhance Regional Market Competitiveness”.

Turut hadir memberikan materi terkait entrepreneurship, narasumber dari Belanda, Co-founder PLLLLus, Erno de Korte.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman langsung mengenai strategi pengembangan UMKM, khususnya dalam aspek inovasi produk, branding, dan pemasaran digital. Peserta juga berinteraksi langsung dengan pelaku usaha untuk mendiskusikan tantangan dan peluang dalam meningkatkan daya saing produk lokal di pasar regional maupun global. Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga pemahaman praktis mengenai peran UMKM sebagai penggerak ekonomi serta pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha.

Rangkaian kegiatan program ditutup pada 10 April 2026 melalui Closing Ceremony and Cultural Exchange yang diselenggarakan di Universitas Terbuka, Tangerang Selatan. Acara penutupan ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian program, sekaligus momen refleksi atas berbagai pengalaman akademik, industri, dan budaya yang telah dilalui peserta selama satu pekan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dari Indonesia (UT) dan Malaysia (USM) menampilkan beragam pertunjukan budaya yang mencerminkan identitas masing-masing negara. Interaksi antar peserta dalam sesi pertunjukan dan pertukaran budaya ini tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, tetapi juga memperkuat rasa saling menghargai terhadap keberagaman budaya di kawasan ASEAN.

Selain pertunjukan budaya, kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari peserta, serta apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program. Suasana haru dan kebanggaan terasa ketika para peserta berbagi pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti IMPACT 2026.

Program IMPACT 2026 juga mendapatkan apresiasi dari pimpinan Universitas Terbuka. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., menilai program ini sebagai terobosan penting dalam mendorong internasionalisasi UT, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara mahasiswa lintas negara. Hal senada disampaikan Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Bisnis, Dr. Hendrian, S.E., M.Si., yang menilai program ini efektif dalam mempererat hubungan lintas budaya dan memperluas pemahaman antarnegara.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT, Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dirancang secara terstruktur, mulai dari seminar internasional hingga kegiatan lapangan, untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif bagi peserta. Koordinator program, Deane Rahmamita, S.E., M.B.A., menyampaikan bahwa IMPACT 2026 berjalan lancar dan memberikan pengalaman baru yang berharga, serta diharapkan dapat terus berkembang dengan kolaborasi yang lebih luas ke depan.

Apresiasi juga datang dari Universiti Sains Malaysia (USM), Dr. Norhanishah Mohamad Yunus menilai program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami lintas budaya, mengikuti kegiatan kolaboratif, serta melihat langsung praktik kewirausahaan di Indonesia.

Program IMPACT 2026 secara resmi berakhir pada 11 April 2026, ditandai dengan kepulangan peserta ke negara masing-masing. Para peserta membawa pulang pengalaman akademik, wawasan praktis, serta jaringan internasional yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan diri mereka di masa mendatang.