Kisah Havivi Natapura: Dari Universitas Terbuka Menuju KDI School of Public Policy and Management Korea Selatan melalui Global Ambassador Scholarship

Semangat untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan nasional membawa Havivi Natapura, alumnus Program Studi Akuntansi (S1) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka (FEB-UT), melangkah ke jenjang pendidikan internasional. Lulusan UT tahun 2022 dengan IPK 3,67 ini berhasil melanjutkan studi magister di KDI School of Public Policy and Management, Korea Selatan, melalui Global Ambassador Scholarship pada program Master of Public Policy (MPP) in Regional Development and Environment Policy.

Saat ini, Havivi berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Keputusannya melanjutkan studi S2 didasari oleh kesadaran bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan kunci dalam menjawab tantangan pembangunan nasional, khususnya di bidang kebijakan publik dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam proses tersebut, pengalaman belajar di Universitas Terbuka turut membentuk karakter disiplin, mandiri, dan adaptif. Nilai-nilai ini menjadi modal penting bagi Havivi dalam menghadapi tantangan akademik serta dinamika pembelajaran di lingkungan internasional.

Memilih Program Studi yang Relevan dan Berdampak

Dalam merencanakan studi lanjut, Havivi tidak semata-mata berfokus pada peringkat global perguruan tinggi. Menurutnya, pemilihan universitas harus selaras dengan visi pribadi, kebutuhan organisasi, serta kekuatan akademik kampus tujuan.

Proses tersebut ia awali dengan memetakan gap kompetensi berdasarkan pengalaman kerja, kemudian mencocokkannya dengan kurikulum serta fokus riset universitas tujuan. Secara khusus, Havivi memperhatikan tiga hal utama, yaitu relevansi program studi dengan isu strategis nasional, kekuatan akademik dan jejaring riset dosen yang berkaitan dengan kebijakan publik dan pembangunan berkelanjutan, serta lingkungan akademik yang mendorong pembelajaran kritis dan kolaboratif.

KDI School of Public Policy and Management dipilih karena memiliki reputasi kuat dalam pengembangan kebijakan publik berbasis riset dan praktik internasional, serta selaras dengan kebutuhan pengembangan kompetensi profesional di lingkungan pekerjaannya.

Proses Panjang Meraih Beasiswa Internasional

Perjalanan meraih Global Ambassador Scholarship bukanlah proses yang instan. Bagi Havivi, mendapatkan beasiswa bukan sekadar soal lolos seleksi, melainkan sebuah proses panjang pembentukan diri. Persiapan dimulai jauh sebelum pendaftaran, dengan membangun rekam jejak akademik, profesional, dan sosial secara berkelanjutan.

Ia mempersiapkan diri jauh sebelum pendaftaran dengan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara disiplin, menyusun rencana studi yang realistis dan terukur, serta mengaitkan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja dengan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia. Tidak sedikit kegagalan yang ia hadapi dalam berbagai proses seleksi beasiswa, namun setiap kegagalan dijadikannya sebagai bahan refleksi dan pembelajaran.

“Bagi saya, beasiswa bukan sekadar kesempatan belajar ke luar negeri, tetapi amanah untuk kembali dan memberikan dampak nyata,” ungkapnya.

Sebagai alumnus Universitas Terbuka, Havivi menekankan bahwa lulusan UT memiliki keunggulan yang sering kali tidak disadari seperti ketangguhan, kemandirian, dan kemampuan mengelola waktu di tengah berbagai keterbatasan.

Menurutnya, kualitas seseorang tidak ditentukan oleh jarak atau sistem pembelajaran, melainkan oleh komitmen dan kesungguhan dalam belajar. Mimpi besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk membangun portofolio sejak dini, aktif mencari kesempatan belajar, serta berani keluar dari zona nyaman. “Bangun portofolio sejak dini, aktif mencari kesempatan belajar, dan jangan ragu untuk bermimpi menembus batas. Banyak pintu akan terbuka ketika kita serius mempersiapkan diri,” pesannya.

Di sela kesibukannya, Havivi tetap menjaga keseimbangan dengan menyalurkan hobi bermain sepak bola. Capaian Havivi Natapura menjadi inspirasi bagi keluarga besar Universitas Terbuka, sekaligus bukti bahwa lulusan UT mampu bersaing dan memberikan kontribusi di tingkat nasional maupun global.