Semangat untuk terus berkembang membawa Rudiyanto, alumnus program studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka (FEB UT), berhasil melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Pria kelahiran tahun 1990 yang saat ini bertugas di Direktorat Jenderal Pajak Jakarta tersebut, sukses meraih beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menempuh program Master di Central South University, Tiongkok (China).

Rudiyanto merupakan lulusan S1 Ekonomi Pembangunan UT tahun 2020 dengan capaian IPK 3.58. Dalam melanjutkan studinya, ia memiliki pertimbangan strategis dalam memilih perguruan tinggi. Di Central South University, ia mengambil program Master of Economics yang berfokus pada ekonomi terapan (applied economics), khususnya di bidang International Economics and Trade untuk komoditas Non-Ferrous Metals. “Saya memilih program studi yang selaras dengan latar belakang pendidikan saya saat S1 serta memiliki proyeksi dampak yang kuat terhadap pengembangan karier dan kontribusi saya, baik bagi organisasi maupun masyarakat,” ujarnya.
Kejelasan Visi Sebagai Kunci
Perjalanan meraih beasiswa LPDP merupakan proses yang penuh tantangan. Menurutnya, tahap yang paling menguji adalah saat wawancara, di mana ia harus mampu meyakinkan panelis mengenai relevansi dan dampak dari studi yang akan diambilnya. Ia merefleksikan bahwa keberhasilan menembus beasiswa bergengsi ini tidak hanya bertumpu pada dokumen administratif semata.
“Kunci utama keberhasilan adalah bukti konkret berupa rekam jejak kontribusi nyata bagi organisasi dan lingkungan sekitar, serta kejelasan visi ke depan, apa yang akan saya lakukan setelah menyelesaikan studi dan bagaimana saya akan mewujudkannya,” ungkapnya.
Pesan dan Motivasi untuk Rekan Mahasiswa dan Alumni UT
Sebagai alumnus yang telah membuktikan daya saingnya, Rudiyanto memberikan pesan dan saran yang sangat lengkap bagi teman-teman mahasiswa maupun alumni UT yang bercita-cita melanjutkan studi, baik di dalam maupun luar negeri.
Pertama, ia menekankan pentingnya mentalitas. “Jangan takut mencoba dan jangan takut gagal. Bangun kepercayaan diri, karena banyak lulusan UT yang telah membuktikan bahwa mereka mampu melanjutkan studi ke luar negeri melalui berbagai jenis beasiswa,” tuturnya.
Kedua, pentingnya riset yang mendalam. Rudiyanto menyarankan untuk memperbanyak mencari informasi, baik melalui website resmi maupun media sosial terkait berbagai peluang beasiswa. “Pelajari persyaratan, strategi, serta cari tahu pengalaman mereka yang telah berhasil lolos agar memperoleh gambaran yang lebih jelas,” tambahnya.
Ketiga, persiapan teknis seperti kemampuan bahasa. Ia mengingatkan agar persiapan dilakukan sejak dini karena hampir seluruh penyedia beasiswa, khususnya untuk studi luar negeri yang mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris yang cukup kompetitif.
Terakhir, ia mendorong keterlibatan aktif di luar jam kuliah. “Aktiflah dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, organisasi, maupun penulisan karya ilmiah. Pengalaman-pengalaman tersebut sangat berharga untuk memperkuat CV dan esai, sekaligus menunjukkan komitmen dan kontribusi nyata yang Anda miliki.”
Di sela rutinitas profesionalnya, sosok yang memiliki hobi funwalk dan bersepeda ini kini menjadi inspirasi bagi keluarga besar Universitas Terbuka. Capaian Rudiyanto membuktikan bahwa dengan visi yang jelas dan dedikasi yang kuat, pintu pendidikan kelas dunia terbuka lebar bagi siapa saja.




