PKM Berkelanjutan FEB UT Menembus Batas Negara untuk Pemanfaatan Energi Surya: Sinergi Belanda–Afrika Selatan di Desa Juruan Daya

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka (FEB UT) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berwawasan Internasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, di Desa Juruan Daya, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sebagai kelanjutan dari program PKM yang telah dimulai sejak September sebelumnya.

PKM ini merupakan implementasi konkret dari kerja sama Internasional yang telah dibangun FEB UT dengan PLLLLLUs The Netherlands, sekaligus memperluas jejaring global melalui keterlibatan praktisi pembangunan komunitas dari Afrika Selatan. Kegiatan tersebut menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat lokal dapat dilakukan melalui pertukaran pengetahuan lintas negara yang berkelanjutan dan kontekstual, khususnya dalam pemanfaatan energi surya.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh pimpinan Fakultas sebagai bentuk dukungan kelembagaan terhadap pengembangan PKM yang berdampak nyata. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Terbuka, Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa dosen FEB UT terus didorong untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang tidak bersifat seremonial, melainkan mampu memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi Internasional seperti kegiatan ini memiliki nilai strategis karena membuka akses masyarakat terhadap pengetahuan baru dari perspektif global. Dengan demikian, pertukaran informasi dan pengetahuan lintas negara menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan masyarakat yang berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan masa depan.

Dalam kegiatan ini, FEB UT menghadirkan narasumber Internasional Mr. Erno de Korte dari PLLLLUs The Netherlands, yang bersama dosen FEB UT Rahmad P, S.ST., M.Eng serta Sucipto, S.Pd., M.Sc., Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat energi surya dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara dialogis dan aplikatif sehingga mudah dipahami serta relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.

Kegiatan ini juga diperkaya dengan kehadiran Yolanda Jordan, seorang praktisi pembangunan komunitas asal Afrika Selatan. Yolanda Jordan turut mengamati dan terlibat dalam proses socio-engineering, khususnya dalam membaca dinamika sosial masyarakat, pola penerimaan teknologi, serta membangun komunikasi antara pendekatan teknis energi surya dan realitas sosial masyarakat Desa Juruan Daya.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah konsep “tiny house”, yaitu model rumah ramah lingkungan berbasis tenaga surya. Konsep tersebut diperkenalkan sebagai contoh nyata bahwa pemanfaatan panel surya tidak hanya aman dan ramah lingkungan, tetapi juga ekonomis serta memungkinkan diterapkan di wilayah perdesaan.

Program PKM ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian Universitas Terbuka yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir di Desa Juruan Daya, khususnya dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Galung. Ke depan, pengembangan rumah berbasis energi surya direncanakan akan diterapkan di kawasan Pantai Galung sebagai destinasi wisata edukatif yang mengintegrasikan aspek pariwisata, energi terbarukan, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui sinergi akademisi Indonesia, mitra internasional dari Belanda, serta jejaring global dari Afrika Selatan, FEB UT menegaskan bahwa transisi menuju energi berkelanjutan bukan semata persoalan teknologi, melainkan proses sosial yang menuntut kolaborasi lintas budaya, pembelajaran bersama, dan keterlibatan aktif masyarakat. Desa Juruan Daya diharapkan dapat menjadi model pengembangan pemanfaatan energi surya berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.