Prodi Manajemen UT Gelar Stakeholder Dialog: Perkuat Kurikulum Berbasis Kebutuhan Industri

TANGERANG, 23 Juni 2026 — Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Terbuka (UT) menggelar kegiatan Stakeholder Dialog Reanalisis Kurikulum pada Selasa (23/6/2026) melalui platform daring. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyelaraskan kurikulum Prodi Manajemen UT dengan kebutuhan dunia kerja masa depan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pengguna lulusan, alumni, dan mahasiswa.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB ini menghadirkan tiga kelompok narasumber utama, yaitu pengguna lulusan, alumni, dan mahasiswa, yang mewakili berbagai sektor strategis, mulai dari instansi pemerintah hingga perusahaan multinasional.

👥 Narasumber dari Lintas Sektor

Dari kalangan pengguna lulusan, hadir tiga praktisi senior:

  • Gatot Hendrarto dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)
  • Agusni Thamrin dari PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF AeroAsia)
  • Oktaviandita Sulistiyono dari Semen Indonesia Group (SIG)

Sementara itu, dari kalangan alumni, Prodi Manajemen UT mengundang:

  • Indra Bayu Selakso (Kemenko PMK)
  • Tasman Dingri Bungki (GMF AeroAsia)
  • Aditya Candra (Semen Indonesia Group)

Kegiatan juga melibatkan perwakilan mahasiswa, yaitu Januarizky Pricilia Eka Putri, Dian Hardianti Lukman, dan Teguh Putra Prayoga, yang memberikan perspektif langsung dari sisi peserta didik.

💬 Apresiasi terhadap Kompetensi Lulusan

Dalam sesi evaluasi, para pengguna lulusan memberikan apresiasi positif terhadap kompetensi alumni Manajemen UT. Gatot Hendrarto menyampaikan bahwa alumni UT secara umum berkompeten, mampu beradaptasi terhadap dinamika kebijakan, dan relevan dengan posisi yang dibutuhkan organisasi.

Senada dengan itu, Agusni Thamrin dari GMF AeroAsia menilai soft skill yang dimiliki lulusan UT sudah sangat bermanfaat di dunia industri. Sementara Oktaviandita Sulistiyono dari SIG menyoroti kemampuan manajemen organisasi, project management, hingga komunikasi lintas departemen yang dimiliki alumni sebagai keunggulan kompetitif.

Dari sisi alumni, Aditya Candra mengungkapkan bahwa mata kuliah seperti MSDM, Komunikasi Bisnis, dan Manajemen Strategik sangat membantunya dalam menjalankan peran sebagai manajer di SIG. Indra Bayu menambahkan bahwa ilmu MSDM dan Komunikasi Bisnis menjadi bekal penting dalam kariernya sebagai Analis Kepemudaan di Kemenko PMK.

🚀 Tantangan dan Kebutuhan Kompetensi Masa Depan

Salah satu sorotan utama dalam dialog ini adalah transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI). Para narasumber sepakat bahwa lulusan manajemen ke depan harus menguasai tiga kompetensi kunci:

  1. Pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making)
  2. Literasi digital
  3. Pemanfaatan AI dan machine learning

Gatot Hendrarto menekankan pentingnya penguatan kompetensi penggunaan teknologi digital/AI untuk pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan berbasis bukti, serta kemampuan berkomunikasi lintas sektor. Oktaviandita Sulistiyono menambahkan bahwa pengetahuan mengenai machine learning menjadi kebutuhan baru yang harus diantisipasi. Tasman Dingri Bungki juga menyoroti pentingnya leadership dan public speaking sebagai keterampilan kepemimpinan yang tak tergantikan.

Terkait sertifikasi, para pengguna lulusan sepakat bahwa sertifikasi profesi  seperti sertifikasi BNSP, supply chain, hingga TOEFL  menjadi nilai tambah penting, terutama bagi fresh graduate, untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja.

📚 Rekomendasi Pengembangan Kurikulum

Berdasarkan masukan komprehensif dari pengguna lulusan, alumni, dan mahasiswa, Prodi Manajemen UT merumuskan sejumlah rekomendasi strategis untuk pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap tantangan dunia kerja masa depan. Kurikulum akan diperkuat dengan penambahan proporsi studi kasus dan praktik langsung dari industri, khususnya pada mata kuliah MSDM, serta pemberlakuan program magang wajib bagi mahasiswa yang belum bekerja untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan pengalaman profesional.

Sebagai respons terhadap transformasi digital, kurikulum akan diperkaya dengan sembilan mata kuliah baru yang relevan dengan perkembangan bisnis masa depan, meliputi Artificial Intelligence for Business, Business Analytics, Digital Marketing, Sustainability Management (ESG), Financial Technology (FinTech), Supply Chain Digitalization, Strategic Leadership, Design Thinking, dan Business Intelligence. Mata kuliah-mata kuliah ini dirancang untuk membekali lulusan dengan kompetensi literasi digital, analisis data, pemanfaatan AI, hingga kepemimpinan strategis.

Untuk mempertajam kompetensi, kurikulum akan menerapkan peminatan spesifik mulai semester 5 yang dilengkapi sertifikasi kompetensi di semester 7 sebagai nilai tambah daya saing lulusan. Pendekatan project-based learning yang melibatkan praktisi industri juga akan diperkuat, sejalan dengan peningkatan kualitas Tutorial Online (Tuton) dan optimalisasi Tutorial Webinar (Tuweb) yang lebih efektif mendukung pencapaian kompetensi, sekaligus mempertahankan fleksibilitas belajar khas pendidikan jarak jauh UT.

🎯 Komitmen UT untuk Kurikulum yang Relevan dan Responsif

Kegiatan Stakeholder Dialog ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Manajemen UT untuk terus melakukan reanalisis dan penyempurnaan kurikulum secara berkala, agar lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis.

Melalui kolaborasi erat dengan pengguna lulusan, alumni, dan mahasiswa, Prodi Manajemen UT optimistis dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat peran UT sebagai pelopor pendidikan jarak jauh yang inklusif dan berkualitas di Indonesia.