Tim Mahasiswa Akuntansi UT Denpasar Tembus 5 Besar PIDI – Digdaya x Hackathon 2026

Tiga mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UT Denpasar, Ni Komang Noviyanti, Kezia Tamariska Seraf, dan Putu Yulian Mertiari Putri, berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Juara 5 dalam ajang PIDI – Digdaya x Hackathon 2026 kategori mahasiswa. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah mitra strategis di Jakarta.

Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa Akuntansi UT Denpasar mengangkat isu penguatan ketahanan dan inovasi keuangan, dengan fokus pada elektronifikasi keuangan daerah. Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa mahasiswa UT memiliki potensi dan daya saing untuk berkontribusi dalam pengembangan solusi inovatif di sektor keuangan nasional.

Perpaduan pengetahuan akademik di bidang akuntansi dan pengalaman praktis menjadi salah satu modal penting bagi ketiganya untuk bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi dan menghasilkan karya inovatif di tengah kesibukan sehari-hari.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pilihan mereka untuk menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Fleksibilitas sistem pembelajaran dan biaya pendidikan yang relatif terjangkau memberikan kesempatan bagi Noviyanti, Kezia, dan Yulian untuk tetap menjalankan pekerjaan sehari-hari, aktif mengikuti kompetisi, serta menyelesaikan studi sarjana secara konsisten.

Bagi ketiganya, manajemen waktu yang disiplin, fokus mendalami bidang yang diminati, serta kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam menyeimbangkan pekerjaan, perkuliahan, dan kegiatan kompetitif. Kerja sama tim yang baik juga membantu mereka menyatukan gagasan dan mengembangkan solusi sesuai dengan tantangan yang diangkat dalam kompetisi.

Melalui pencapaian ini, mereka berharap dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, memanfaatkan kesempatan yang tersedia, dan berani mengikuti berbagai kompetisi. Mereka juga ingin menunjukkan bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk belajar, berkarya, dan meraih prestasi.

Prestasi Ni Komang Noviyanti, Kezia Tamariska Seraf, dan Putu Yulian Mertiari Putri membuktikan bahwa sistem pembelajaran fleksibel di Universitas Terbuka dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus berprestasi di tingkat nasional.