Bandung, 23 Mei 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka melaksanakan kegiatan bertajuk “Pendampingan Penerapan Model Bisnis Keberlanjutan bagi Komunitas Sanggar Seni 17” di Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pendampingan berkelanjutan yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan, literasi, dan seni sebagai media penyampaian pesan kepada masyarakat. Kegiatan tahap pertama diikuti oleh 22 siswa SDN Sindang Sari, Baleendah, Bandung. Para peserta mengikuti pelatihan green awareness dan praktik menggambar bertema lingkungan. Pelatihan dirancang untuk membantu anak-anak memahami permasalahan lingkungan sekaligus mengenalkan berbagai tindakan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui materi bertajuk “Aku Bisa Menjaga Bumi”, peserta diajak mengenal lingkungan sebagai rumah bersama, mengidentifikasi permasalahan yang ada di sekitar mereka, serta mempelajari berbagai aksi hijau. Aksi tersebut antara lain menghemat air dan listrik, memilah sampah, merawat tanaman, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekolah. Konsep green awareness diperkenalkan melalui tiga tahapan sederhana, yaitu tahu, peduli, dan bertindak. Pendekatan ini membantu peserta memahami bahwa kesadaran lingkungan tidak hanya berhenti pada pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Setelah mengikuti sesi pendidikan lingkungan, para peserta mendapatkan pelatihan menggambar dari tim Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Telkom. Anak-anak diminta menuangkan pesan lingkungan ke dalam karya dengan tema seperti pengelolaan sampah, penghematan air dan energi, perawatan tanaman, dan sekolah yang bersih. Karya seni dipilih sebagai media edukasi karena gambar dapat membantu masyarakat melihat, memahami, dan merasakan permasalahan lingkungan secara lebih dekat. Setiap karya peserta diarahkan untuk memiliki tokoh, permasalahan lingkungan, dan pesan ajakan. Melalui tema “Bumi Butuh Aksi Kecilku”, peserta juga didorong untuk menyampaikan pesan sederhana seperti “Ayo pilah sampah” dan “Matikan lampu saat keluar kelas”.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan tim Universitas Terbuka, Universitas Telkom, Komunitas Sanggar Seni 17, SDN Sindang Sari, serta unsur masyarakat setempat. Selain pemaparan materi dan praktik menggambar, kegiatan juga diisi dengan penyerahan perlengkapan menggambar. Program ini merupakan tahap awal dari rangkaian kegiatan PkM Bersama Komunitas Sanggar Seni 17. Program berfokus pada penguatan kesadaran lingkungan, pendampingan penciptaan karya seni, dan persiapan pameran karya. Tahap berikutnya direncanakan berupa pelatihan reguler di Sanggar Seni 17, pagelaran karya serta penyusunan artikel untuk jurnal pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka berharap anak-anak dan komunitas seni dapat menjadi bagian dari gerakan literasi lingkungan. Karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga diharapkan berkembang menjadi media edukasi sosial dan fondasi bagi pengelolaan karya seni yang berkelanjutan secara sosial maupun ekonomi. Dokumentasi kegiatan dapat disaksikan melalui link berikut:




