UT Bawa Pengalaman Transformasi Digital Indonesia ke Forum AI Pendidikan Asia Pasifik

HANOI, VIETNAM – Di tengah perlombaan global memanfaatkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk mentransformasi dunia pendidikan, pengalaman Indonesia turut mendapat ruang dalam percakapan strategis tingkat Asia Pasifik. Universitas Terbuka (UT), melalui Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si., dipercaya menjadi panelis dalam Association of Asia-Pacific Business Schools (AAPBS) Academic Summit 2026 yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada 30 Mei 2026.

Forum bergengsi yang mempertemukan para pimpinan sekolah bisnis, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara tersebut menjadi ruang diskusi mengenai berbagai isu yang akan membentuk masa depan pendidikan bisnis di kawasan Asia Pasifik. Diselenggarakan oleh Centre Franco-Vietnamien de Formation à la Gestion (CFVG), kegiatan ini juga menjadi wadah bagi institusi pendidikan tinggi untuk berbagi praktik terbaik, memperkuat jejaring kolaborasi internasional, dan merumuskan respons terhadap perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi.

Dalam sesi panel bertajuk Teaching AI: Practice from the Corporate Insights, Dr. Meirani tampil mewakili Indonesia bersama sejumlah akademisi dan praktisi internasional, yakni Prof. Singha Chaveesuk dari King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang, Thailand, Dr. Dimitri Volkov dari HSE Graduate School of Business, serta Mr. Julian D’Intino dari Oxyno. Diskusi dipandu oleh Dr. Fabien De Geuser dari CFVG.

Perbincangan dalam sesi tersebut menyoroti berbagai praktik penerapan AI di dunia pendidikan dan industri, mulai dari peluang yang ditawarkan teknologi hingga tantangan dalam menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja akibat transformasi digital.

Di hadapan peserta dari berbagai negara, Dr. Meirani membagikan pengalaman Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh terbesar di Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas. Pengalaman tersebut menjadi relevan di tengah meningkatnya kebutuhan akan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel, personal, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Selengkapnya