TANGERANG SELATAN – “Pendidikan itu hak, bukan hak istimewa bagi segelintir orang,” pesan kuat inilah yang terasa saat Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyambut hangat kehadiran para akademisi lintas negara di Kantor Pusat UT, Senin (6/4/2026). Diiringi tepuk tangan meriah, perhelatan International Mobility Program for Academic and Cultural Transformation (IMPACT) 2026 resmi dibuka, membuktikan bahwa UT bukan sekadar kampus jarak jauh, melainkan jembatan emas yang menghubungkan talenta lokal dengan panggung dunia tanpa terhalang sekat geografis.
Gelaran prestisius yang diinisiasi oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UT ini menjadi panggung kolaborasi nyata yang mempertemukan akademisi, praktisi, hingga belasan mahasiswa dari Universiti Sains Malaysia (USM). Dengan mengangkat tema “Membangun UMKM yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global di Era Digital”, UT mengintegrasikan visi pendidikan inklusifnya dengan tantangan industri modern dan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi yang merata.
“Program ini adalah bukti komitmen kami dalam membina kolaborasi internasional dan membekali mahasiswa kami dengan perspektif global,” tegas Prof. Ali Muktiyanto dalam sambutannya. Beliau menekankan bahwa di era digital, UMKM sebagai tulang punggung ekonomi harus mampu beradaptasi dan berinovasi agar tetap kompetitif dalam skala global.






